Mantan Karyawan Toyota Buat Mobil Yang Bisa Mengapung

Toyota Banjarmasin Hideo Tsurumaki menyaksikan sendiri bencana gempa dan tsunami yang menerjang pesisir Timur Laut Jepang, 11 Maret 2011. Ia melihat ribuan mobil hanyut terbawa arus deras, yang perlahan terseret ke tengah laut. Seketika Tsurumaki langsung teringat Ibunya yang tinggal di tepi laut tapi di sisi lain pulau. Sudah tua dan kesulitan berjalan, tak bisa dibayangkan bila bencana serupa menerpa daerah tempat tinggalnya.
Evakuasi menggunakan mobil bukan jalan terbaik, apalagi bila terlambat menghindari datangnya air laut. Banyak korban yang terjebak tak bisa menghindar lagi, ikut tenggelam bersama mobilnya. Lalu Tsurumaki berpikir, andai saja mobil dapat mengapung, tentu banyak orang yang selamat. Ide pun datang dan segera direalisasi.

Pada 2012, ia mendirikan Fomm Corp. dengan modal awal 200.000 yen (Rp 24 juta). Tsurumaki mulai merancang purwarupa kendaraan listrik, yang didesain dapat terapung di banjir dan juga bisa berjalan dalam kecepatan rendah. Purwarupa pertama dibuat dengan tangan, sambil menjalankan perusahaan dari kamar asrama. Sebelumnya, Tsurumaki merupakan lead engineer untuk kendaraan listrik one-seater di Toyota Auto Body Co.
Proyek Tsurumaki sudah mendapat banyak dukungan. Bahkan ia berharap pada 2020 perusahaannya sudah go public. Mobil konsepnya berfungsi dengan baik dan berencana merakit hingga 10.000 mobil per tahun di pabrik yang berdiri di dekat kota Bangkok,Thailand. Di 2016, Fomm menjalin kerjasama dengan Trinex Assets Co., sebuah perusahaan real estate Thailand yang pimpinannya juga pembuat onderdil mobil. Produksi dijadwalkan mulai Desember, dan langsung dijual tak lama kemudian.

Tapi harganya diprediksi cukup mahal. Ditaksir senilai 580.000 baht (Rp 243 juta) atau sama dengan MPV medium. Permasalahannya ada pada ongkos produksi. Mobil listrik sudah cukup mahal untuk diproduksi. Banyak suku cadanh yang mahal, salah satunya baterai. Kenapa di Thailand dulu dijualnya, karena mulai tahun ini ada regulasi baru untuk kendaraan hybrid dan plug-in hybrid. Termasuk keringanan pajak.
Kendaraan yang mampu berjalan di darat dan air bukan barang baru. Terhitung sejak awal abad ke-19, kendaraan amfibi sudah digunakan untuk armada perang. Sementara mobil rancangan Tsurumaki bernama Fomm Concept One, terinspirasi dari bencana tsunami, yang lebih berguna sebagai alat evakuasi. Didesain agar kuat menerima hantaman ombak besar atau air bah. Menjaga orang di dalamnya tetap aman dan tidak tenggelam. Ukurannya kecil dan bertenaga listrik. Memang bukan diperuntukkan sebagai mobil utama, karena hanya mampu berjalan dalam jarak pendek saja.

Tsurumaki menjelaskan, kebanyakan pembeli hanya menggunakannya saat darurat saja, mungkin hanya sekali dalam hidupnya. “Saya berniat menaruh satu di luar rumah kami,” kata Tsurumaki, 55, dikutip dari Bloomberg. Ukurannya tak lebih besar dari mobil golf. Bobotnya sangat ringan dan baterai diletakkan di bawah keempat kursi. Cara berakselerasinya dengan menarik tuas di lingkar kemudi, untuk menghemat ruang. Baterainya dapat diganti-ganti, sehingga pengguna tak perlu menunggu selama 6 jam untuk mengisi ulang. Daya jelajahnya sanggup mencapai 160 km dan kecepatan tertinggi hanya 80 km/jam. (Odi/RS)

Hitung Kredit

Toyota Pilihan Anda