Toyota Angkat Bicara Soal Polemik Regulasi Baru Ekspor Vietnam


https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 28 15 1851256 toyota-angkat-bicara-soal-polemik-regulasi-baru-ekspor-vietnam-OYLnPE3rog.jpg 
Info Toyota Banjarmasin 
Ilustrasi. Foto: Okezone 
TAWANGMANGU - Akhir-akhir ini permasalahan soal kebijakan impor mobil Vietnam non-tarif menjadi salah satu topik yang hangat dibicarakan. Permasalahan terkait aturan baru yang dikeluarkan oleh Vietnam berimbas ke industri otomotif di Indonesia.
Diberitakan sebelumnya, kini Vietnam memiliki peraturan baru terkait impor mobil completely built up (CBU) yang masuk dari negara-negara di Asia Tenggara atau negara ASEAN. Di mana Vietnam menerapkan regulasi baru berkaitan dengan uji tipe dan uji emisi dalam regulasi nomor 116 tentang Overseas Vehicle Type Approval (VTA).
Suka tidak suka, dengan adanya regulasi baru ini, memang akan menghambat proses jalannya arus ekspor mobil-mobil dari Indonesia masuk ke Vietnam.
Lalu bagaimana pandangan pelaku bisnis otomotif di Indonesia? Presiden Direktur PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono angkat bicara.
"Kita enggak mau memasukkan hal itu ke individual otomotif. Masalah itu biarlah Pak Jokowi, kan sudah ketemu PM Vietnam," ujarnya di sela acara Toyota Forest Penanaman Bukit Taman Wisata Sakura di Tawangmangu, Jawa Tengah.
Selain tidak ingin memusingkan perkara adanya regulasi baru ini. Warih sendiri menambahkan, sebenarnya ada masalah lain yang harus diperhatikan.
"Yang jadi masalah buat reflection kita sebenarnya pengembangan industri itu perlu keseriusan terhadap seluruh pihak. Karena kalau pengembangan industri kita enggak baik, nantinya negeri kita akan menjadi market saja. Industri adalah employment tinggi," tutur Warih Andang.
"Kita saja sekarang kalau ada sekitar 500 perusahaan yang terlibat dalam industri otomotif, employee-nya ada sekitar 30.000 orang. Kalau kita jadi market tok, bisa enggak gerak. Pengembangan industri itu menjadi hal yang penting agar daya saing kita lebih bagus," imbuhnya.
Ketika ditanya apakah dengan aksi dari Vietnam ini bisa dilihat sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan industri automotif di Indonesia, termasuk soal arus laju ekspor mobil-mobil merek Toyota ke Vietnam.  Warih mengatakan itu mempunyai dampak jika aturan baru itu terus diterapkan.
"Ekspor kita sudah ke 80 negara, masing-masing negara maunya pasti ngisi barang-barang negara mereka dengan produk yang mereka buat. Ekspor tuh Indonesia belum terlalu signifikan, masih 20% dari penjualan domestik. Namun kalau berlanjut terus akan berdampak," tambah Warih.


 

Hitung Kredit

Toyota Pilihan Anda