Toyota Siap Produksi Komponen Utama Mobil Listrik di Indonesia

MARKETING TOYOTA BANJARMASIN Suara.comPresiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, pada Senin (21/5/2018) mengatakan bahwa pihaknya sudah siap memproduksi komponen-komponen utama mobil listrik di Tanah Air.
"Kami secara bertahap sudah menyiapkan produksi komponen utama yang dibutuhkan untuk membuat mobil listrik, seperti baterai, motor, dan inverter," kata Warih usai bertemu dengan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta.
Meski demikian, Warih mengingatkan bahwa sebelum masuk ke tahap produksi massal, perlu pertimbangan cermat pada empat pilar utama, yaitu supply chain (rantai pasok meliputi semua aktivitas penyaluran barang produksi hingga ke konsumen), infrastruktur, konsumen, dan regulasi pemerintah.
"Bagi TMMIN, keempat pilar tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus lebih dahulu diselesaikan dan itu tidak mudah serta tidak bisa dalam tempo yang singkat," terangnya.
Sementara itu Kemenperin menekankan bahwa Indonesia perlu memiliki industri kendaraan listrik dalam negeri dan akan mengambil langkah-langkah untuk mengakselerasi perkembangan kendaraan listrik di Tanah Air.
"Jadi, kalau kita tidak ingin hanya menjadi pengguna atau importir saja, maka perlu ada industrinya di sini," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto.
Harjanto menjelaskan, dalam pengembangan kendaraan listrik, perlu ada pentahapan yang dijalankan secara terpadu sebagaimana peta jalan pengembangan industri otomotif baik dalam hal penyiapan regulasi atau payung hukum, infrastruktur pendukung, dan teknologi.
Kemenperin berupaya menyinkronkan kebijakan pengembangan kendaraan bermotor nasional menjadi sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.
"Dalam menuju revolusi industri 4.0, kami memacu industri otomotif agar mampu menjadi sektor unggulan untuk ekspor ICE (internal combustion engine/mesin pembakaran dalam) dan EV (electric vehicle/kendaraan listrik)," tuturnya.
Strategi lain yang diupayakan Kemenperin adalah dengan pemberian insentif. Kemenperin telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai pemberian insentif terhadap pengembangan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang ramah lingkungan, termasuk mobil listrik.
"Pada tahun 2025, kami menargetkan 20 persen dari kendaraan yang diproduksi di Indonesia adalah kendaraan LCEV termasuk kendaraan listrik. Ini sesuai tren dunia. Jika permintaannya tinggi, targetnya kami bisa lebih dari itu," harap Harjanto. (Antara)

Hitung Kredit

Toyota Pilihan Anda